Tampilkan postingan dengan label bahan bakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan bakar. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2015

Apakah Standar Bahan Bakar di Indonesia?

Chevy Volt, sebuah mobil hybrid perpaduan gas/ethanol/biodiesel dan listrik.
image: commons.wikimedia.org/Steve Jurvetson

fortunerentcar.com - Apa standar bahan bakar kendaraan bermotor yang berlaku di Indonesia?
Saat ini, dari banyak kendaraan yang mengaspal meminum Bensin, Pertamax, atau Solar. Armada Sewa Mobil Avanza di Surabaya sendiri mengkonsumsi salah satu dari ketiga bahan bakar cair di atas. Namun kita semua mungkin banyak memantau perkembangan berita ini, yang nampaknya pihak pabrikan otomotif mempunyai kecenderungan menggunakan tenaga listrik. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya produk otomotif dirilis di pasaran yang bertenaga hybrid antara BBM dan listrik, ataupun listrik saja.

Beberapa waktu lalu sempat didengungkan adanya pengalihan BBM ke gas. Kemudian berita terkait BBG ini meredup dan kurang mendominasi situs online berita otomotif. Tapi di balik itu semua, ternyata pengalihan ke BBG ini masih berjibaku dan menjadi pemikiran banyak pihak. Seperti yang bisa dibaca pada tautan berikut ini: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20151120084659-85-92879/pemerintah-rilis-beleid-teranyar-soal-penggunaan-bbg/ . Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya melihat satu stasiun pengisian di pinggiran selatan kota Surabaya, yakni pada jalan raya non-tol menuju ke Bandar Udara Juanda:



Sewa Mobil Livina di Surabaya juga menemukan tautan berita berikut ini: http://finance.detik.com/read/2015/09/30/144223/3031944/1034/ahok-mau-semua-mobil-dinas-dki-pakai-bahan-bakar-gas; Ada sisi positif dari berita tersebut: kala masyarakat umum khawatir akan bahaya penggunaan BBG pada mobil atau kendaraan bermotornya, Gubernur DKI Ahok malah menegaskan supaya semua mobil dinas DKI pakai BBG. Hal ini mungkin bisa berarti penghematan dari segi anggaran atau mungkin juga ada pemikiran lain. Karena harga yang berlaku pada saat berita berikut ini diturunkan: http://finance.detik.com/read/2015/03/19/171329/2863898/1034/mobil-anda-mau-pakai-bbg-ini-biaya-yang-harus-disiapkan adalah dalam kisaran Rp. 3.100,- per liternya (jenis CNG) serta untuk jenis LGV adalah seharga Rp. 5.100,- per liter setara premium; dimana saat itu harga BBM di masyarakat adalah Rp. 6.600,- per liter untuk bensin premium, Rp. 8.000 per liter untuk bensin pertamax dan Rp 6.400,- per liter untuk solar yang kemudian dinaikkan per 1 April 2015.

Selisih harga yang terpaut jauh tersebut agaknya bisa menarik banyak orang untuk menggunakannya (terutama dibandingkan dengan bahan bakar minyak, premium, pertamax atau solar), meski harus merogoh kocek cukup dalam di awal demi membeli konverter kit BBGnya; yang berada di kisaran Rp 20 jutaan untuk kendaraan dengan tipe bensin dan Rp 25 jutaan untuk kendaraan dengan tipe solar yang termasuk biaya pemasangannya. Harga ini adalah konverter untuk BBG tipe CNG; dimana untuk tipe LGV lebih murah sekitar 20%-nya. Sedangkan untuk jarak tempuhnya sendiri, sesuai keterangan seorang teknisi dari distributor konverter kit; 1 lsp (liter setara premium) dapat menempuh jarak 12 km pada jenis mobil kijang Innova.

Tetapi Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya juga mempertimbangkan faktor-lain lain jika armada mobil rental perusahaan ditransformasi ke sistem BBG. Termasuk memperhitungkan kenyamanan dan rasa aman pelanggan yang selama ini cocok dengan layanan maupun harga Sewa Mobil Innova di Surabaya. Kecuali mobil pribadi dan untuk dipakai sendiri, atau mobil yang dari awalnya didesain untuk mengkonsumsi BBG mungkin tak menjadi masalah besar. Hanya, bila kita melihat mobil BBM yang di-konvert ke BBG ini kembali ke rasa penumpangnya sendiri karena bisa membuat rasa was-was. Sistem kerja dan mekanik Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya pun masih berbasis mobil dengan konsumsi BBM, dan masih terasa asing dengan sistem BBG. Selain itu masih menjajaki kemungkinan lain yang belum terpikirkan saat ini.

Sebuah lapak penjual BBM di Timor Timur.
Image: commons.wikimedia.org/Tony Forster
Di jagat raya otomotif dalam negeri pun sudah menjajaki kemungkinan standarisasi mobil listrik. Berbeda dengan jenis BBG tadi, mobil listrik ini membutuhkan baterai penyimpan energi listrik yang entah, apakah energi untuk lampu dan hal internal (semisal audio, klakson, dan sebagainya) dipisahkan dari baterai untuk tenaga penggeraknya. Dari artikel pada situs online-nya, Gaikindo sendiri mempersyaratkan persiapan infrastruktur sebelum pengadaan mobil listrik massal demi mempermudah konsumen mendapatkan recharge energi untuk mobilnya. Berikut ini tautan artikelnya: http://www.gaikindo.or.id/perlu-persiapan-infrastruktur-untuk-mobil-listrik/.

Untuk pengadaan SPBU BBM dibutuhkan dana hingga 3 miliar rupiah per-SPBU, dan pembangunan fisik yang bisa memakan waktu 2 tahun. Sedangkan pada SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum), waktu yang diperlukan hanya seminggu dengan biaya yang tak sampai 1% (Rp. 30 juta) dari SPBU. Menggiurkan dan menarik orang untuk berinvestasi pula. Tetapi Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya melihat, satu-satunya hambatan yang menyolok adalah teknologi baterai mobil itu sendiri. Pada teknologi terbaru yang dibangun Nissan yang bisa dibaca pada tautan ini: http://news.okezone.com/read/2015/11/23/15/1254222/nissan-bangun-90-ribu-stasiun-pengisian-tenaga-listrik-di-paris, pengisian ulang 0-80% baterai mobil akan memakan waktu sekitar 30 menit. Lumayan lama jika dibandingkan pengisian standar BBM yang bisa dalam kisaran 5 menit. Hal ini mungkin, bahkan pasti akan memberikan problem tersendiri untuk Sewa Rental Mobil Surabaya jika menggunakannya karena mobilisasi tamu yang tidak dapat diprediksi; waktu 30 menit hanya untuk pengisian akan berpotensi membuat tamu mengomel.

Jadi, Sewa Mobil Surabaya agaknya masih 'wait and see' terkait penggunaan energi alternatif untuk kendaraan ini. Apa yang ada pada kami sekarang, itulah yang akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menjajaki kemungkinan lain bisa juga, tetapi hal yang prioritas pun masih akan menjadi perhatian utama di Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat.

Rabu, 14 Oktober 2015

All in one di Sepeda Motor? Kuno!

Sepeda motor menjadi kendaraan primadona di Indonesia karena irit dan fleksibelnya menempuh jalan-jalan kecil. Rata-rata kendaraan tersebut mengkonsumsi hingga 40km untuk seliter bensin, jika dibandingkan dengan mobil biasa yang rata-rata bertengger pada kisaran 15km untuk seliter bensin. Hampir 1/3nya bukan? Itulah yang juga menjadi pengamatan Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya mengenai perbandingan mobil dan motor. Tapi di balik iritnya, sepeda motor kurang bisa diandalkan dalam hal keamanan. Sifat riskannya ini antara lain:
- Mudah oleng dan butuh keseimbangan lebih saat dikendarai
- Tanpa atap, tanpa rangka sekeliling
- Tanpa sabuk pengaman
- Tak adanya pelindung kaca depan asli dari pabrik
- Tak adanya visor anti silau saat berkendara menantang arah sinar matahari
- Tak adanya airbag

Banyak di antara kita yang suka menggunakan motor ini untuk transportasi keluar kota. Apalagi bila menempuh jarak lumayan jauh untuk sekeluarga, misalnya. Seperti pada tautan berikut ini: http://www.merdeka.com/dunia/tujuh-anggota-keluarga-ini-naik-satu-sepeda-motor.html. Jika Anda cenderung menyukai hal yang demikian, alangkah sayangnya nyawa Anda. Jika Anda mempunyai anggota keluarga 5 hingga 7 orang, mungkin ada baiknya Anda berpikir ulang. Kenyamanan Anda mungkin bisa ditunda, jika Anda suka menghemat uang dengan cara demikian. Tapi bagaimana dengan keluarga Anda?

Satu keluarga satu motor, tanpa pengaman yang berarti pula. image: img.bulawayo24.com

Bila Anda memilih untuk membahagiakan atau memberi kenyamanan pada keluarga Anda, Anda bisa menghubungi Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya untuk memilih mana mobil yang bisa Anda gunakan. Dengan pengalaman Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya selama sekian tahun, Anda akan bisa membiarkan keluarga Anda tidur nyenyak selama perjalanan, tanpa mengalami resiko masuk angin terkena hembusan, atau bahkan khawatir lengah sehingga kaki atau anggota tubuh lain akan rawan masuk jeruji (jari-jari roda) sepeda motor. Sungguh gambaran yang menakutkan bukan? Karena hal yang demikian bukan hanya imajinasi dari penulis artikel ini saja. Biaya yang bisa timbul untuk itu jauh lebih besar.

Saat Rental Mobil Innova di Surabaya menggelar harga khusus untuk mudik Lebaran tahun 2015 lalu, ternyata peminat rental mobil kami pun bisa cukup banyak. Mengapa demikian? Mungkin saja, karena tak ingin berebutan serta berdesakan dengan pemudik lainnya. Tapi bisa jadi, demi kenyamanan keluarga yang diharapkan seperti terjelaskan pada paragraf sebelumnya. Jika itu yang terjadi, maka Anda patut diacungi jempol karena tak melakukan hitung-hitungan terlalu banyak demi memperhatikan keselamatan keluarga sendiri. Karena resikonya pun lebih terukur.

Bila Anda mempunyai kebutuhan mudik di sekitaran Lebaran, Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya memang menaikkan tarif sesuai harga peak-season yang berlaku umum saat event-event tertentu semacam itu demi penyesuaian terhadap harga kebutuhan operasional mobil yang umumnya juga mengalami kenaikan di sekitaran event tertentu tersebut. Lagipula hal ini juga jamak dilakukan secara umum oleh rental mobil; jadi kami tak melakukannya sendirian demi keuntungan sendiri.
Dan ketika jauh dari suasana libur hari raya sekitaran waktu ini, Anda bisa memperoleh harga biasa dan dengan layanan yang tak berkurang sama sekali. Anda cukup menghubungi nomor telepon berikut untuk reservasinya, memenuhi persyaratannya, dan Anda pun akan siap diantarkan ke tujuan Anda oleh sopir Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya: 08123 0880 555 | 0857 49240 555 atau 085 100086 777.
Tak akan beresiko tinggi macam angkutan umum dengan kuantitas penumpang yang mungkin tidak dibatasi sehingga kenyamanan Anda menjadi minim, atau seperti pada tautan berikut: http://jedavu.tumblr.com/post/116240753621/10-of-the-most-overloaded-vehicles-ever

kendaraan yang overload. sumber: siosism.com

Minggu, 30 Agustus 2015

Standar Tinggi Pada Otomotif

fortunerentcar.com - Standar hidup yang lebih tinggi membutuhkan biaya hidup yang tinggi pula. Tak percaya? Jika tak percaya, mungkin karena kita tinggal di Indonesia. Rental Sewa Mobil di Surabaya saat ini sedang membicarakan mobil dan hal lain seputar itu, meski soal standar tinggi ini juga ada dalam bidang lain: misalnya hunian apartemen dengan 'uang servis' pertahunnya yang mahal.
Tak seperti di Indonesia atau negara berkembang lain dimana mobil setua apapun dan bagaimana pun kondisinya bisa mengaspal, maka di beberapa negara tertentu kondisinya tidak begitu.

Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya mendapati standar ketat di Jepang melalui tautan artikel berikut: http://www.kompasiana.com/weedykoshino/punya-mobil-di-jepang-siap-siap-bangkrut_54f426ce7455139e2b6c87d6
Adanya Car Inspection membuat pemilik mobil harus ekstra cermat untuk merawat dan menjaga tunggangannya karena merupakan kewajiban masing-masing pemilik mobil. Ini sebabnya, sebuah kendaraan yang mengalami kecelakaan pada negara ini umumnya disebabkan oleh faktor human error. Karena kendaraan tersebut telah diuji kelayakannya secara ketat. Belum lagi pajaknya dan kewajiban lain yang tinggi.

Ilustrasi biaya dan ongkos untuk mobil. Image: finance

Tak hanya di mobil, karena banyak produk 'bekas pakai' yang membanjir di Indonesia. Misalnya saja mesin fotokopi. Jika harus menggunakan alat baru, tak akan kita temui jasa fotokopi di dekat-dekat kampus. Karena harganya bisa beberapa kali lipat, dan harga dibawah 10 jutaan tersebut merupakan mesin rekondisi. Barang lain pun diketahui juga dipermak atau di-refurbish sehingga tampak baru, lalu diimpor ke Indonesia.

Begitu pula akan mobil. Karena itu penyebab dari suatu kecelakaan bisa banyak dan tak melulu hanya faktor manusia, faktor kelayakan kendaraan pun berpengaruh. Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya melihat bahwa negara kita melarang impor mobil bekas, sehingga kebanyakan mobil (maupun motor) yang diimpor ke Indonesia adalah mobil baru. Kalaupun bisa, harus melalui cara khusus dan melalui daerah khusus seperti Aceh, Batam dan Papua: http://aceh.tribunnews.com/2015/01/13/mobil-bekas-ln-masuk-langsung-ke-daratan
Kendaraan tersebut juga tak boleh dimutasikan ke daerah lain (keluar daerah khusus tersebut). Tapi yang belum diketahui oleh Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya hingga saat ini adalah kemungkinan mobil yang diimpor tersebut memiliki tanda khusus yang tak ada ditempat lain (supaya bisa dimutasikan).

Tapi dari berita tersebut kita juga menemukan kemungkinan ada yang mengimpor mobil baru dengan stempel 'bekas' untuk menghindari pajak tinggi. Belum lagi adanya perbedaan sistem kemudi dan jalur yang membuat perbedaan secara fisik dalam mobil tersebut yaitu setir kiri dan kanan:

Negara-negara di dunia yang menerapkan sistem berkendara lajur kiri dan kanan.
Klik untuk melihat sumbernya.

Mobil Jepang sendiri di negara produsennya sudah diberlakukan standar yang tinggi bagi kepemilikannya, hanya masih bisa menyesuaikan di Indonesia dikarenakan berbagai hal. Sedangkan di Eropa yang standar emisi gas buangnya diberlakukan lebih tinggi, produsennya kesulitan masuk Indonesia karena mobil mereka yang harus di-downgrade terkait kualitas bahan bakar yang digunakan. Jika memang akan menerapkan standar tinggi seperti di Eropa, mobil yang telah beroperasi sekarang pun butuh converter yang tidak murah harganya untuk penyesuaiannya. Selengkapnya mungkin bisa mengakses tautan berikut: http://www.neraca.co.id/article/51300/produsen-mobil-eropa-minta-standar-emisi-di-naikkan-bujuk-pemerintah-indonesia atau ini: http://news.okezone.com/read/2015/02/13/15/1105318/alasan-produsen-eropa-lobi-pemerintah-ri-agar-naikkan-standar-emisi

Menurut Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya, Pemerintah Indonesia agaknya memikirkan 'guncangan' yang akan terjadi jika standar tinggi ini diberlakukan secara mendadak. Kita lihat faktanya: di Indonesia ada alat transportasi umum yang menghidupi banyak orang seperti bis kota, truk atau pickup untuk ekspedisi dan distribusi, mikrolet (angkot), atau Taksi yang masih banyak menggunakan standar saat ini. Belum lagi, pemilik rental macam Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat dan pemilik mobil pribadi dengan kepemilikan mobil berdasarkan sistem yang ada saat ini..

Kondisi ini menciptakan kerumitan tertentu karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Solusi yang masuk akal bagi banyak orang adalah penerapan untuk mobil pabrikan keluaran terbaru, yang dilakukan secara bertahap sambil menunggu daya beli masyarakat dan perekonomian membaik. Karena saat ini pun tentunya agak jarang kita melihat mobil-mobil keluaran tahun 80-an menyusuri jalan-jalan. Jika telah tiba saatnya pun, bisa saja Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya juga menyesuaikan diri. Karena selama ini Sewa Rental Mobil Surabaya memang berusaha menggunakan mobil-mobil keluaran baru demi kenyamanan penumpang dan efisiensi operasional yang lebih baik.